Selasa, 22 Maret 2011

Cintailah Kedua Orang Tuamu...!!!

i love u mom, i love u dad .... !!!!
  1. Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu .... Sebagai balasannya .... Kau menangis sepanjang malam.
  2. Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan, sebagai balasannya .... Kamu kabur waktu dia memanggilmu
  3. Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang .... Sebagai balasannya .... Kamu buang piring berisi makananmu ke lantai 
  4. Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna .... Sebagai balasannya .... Kamu corat coret tembok rumah dan meja makan 
  5. Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah .... Sebagai balasannya .... Kamu memakainya bermain di kubangan lumpur 6. Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah ... Sebagai balasannya .... Kamu berteriak " n ggak mau ....!"
  6. Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola .... Sebagai balasannya kamu melemparkan bola ke jendela tetangga Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim .... Sebagai balasannya.... Kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu
  7. Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu, sebagai balasannya .... Kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar
  8. Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun ..... Sebagai balasannya .... Kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam
  9. Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop .... Sebagai balasannya .... Kamu minta dia duduk di barisan lain 
  10. Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa .... Sebagai balasannya .... Kamu tunggu sampai dia keluar rumah 
  11. Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya, sebagai balasannya .... Kamu bilang dia tidak tahu mode
  12. Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan .... Sebagai balasannya .... Kamu nggak pernah menelponnya
  13. Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu .....Sebagai balasannya .... Kamu kunci pintu kamarmu
  14. Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil .... Sebagai balasannya .... Kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatantanpa mempedulikan kepentingannya 
  15. Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting.... Sebagai balasannya .... Kamu pakai telpon nonstop semalaman
  16. Waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus sma .... Sebagai balasannya .... Kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi
  17. Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama .... Sebagai balasannya .... Kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen
  18. Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "darimana saja seharian ini?".... Sebagai balasannya .... Kamu menjawab "ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang" 
  19. Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu .... Sebagai balasannya .... Kamu bilang "aku nggak mau seperti kamu" 
  20. Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi .... Sebagai balasanmu .... Kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri 
  21. Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu .... Sebagai balasannya .... Kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu
  22. Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan .... Sebagai balasannya .... Kamu mengeluh "aduh gimana sih kok bertanya seperti itu" 
  23. Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu.... Sebagai balasannya .... Kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km
  24. Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu .... Sebagai balasannya .... Kamu katakan "sekarang jamannya sudah beda"
  25. Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu .... Sebagai balasannya kamu jawab "aku sibuk sekali, nggak ada waktu"
  26. Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu .... Sebagai balasannya .... Kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang .... Dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan .... Dan itu menghantam hatimu bagaikan pukulan godam

*source from someone

Rabu, 02 Februari 2011

Katak Kecil Yang Tuli.

Tumben nih lagi ada cukup informasi yang ingin saya share, sedikit yang ingin ceritakan tentang sebuah alkisah dongeng mengenai hewan, yaa... mirip dongeng sebelum tidur dan semoga nantinya pun bisa jadi penyemangat pribadi setelah anda bangun nanti.

Alkisah sebuah cerita tentang katak kecil.
Pada suatu hari yang cerah, dalam memperingati sebuah perayaan dari kemerdekaan negeri merah putih. Diadakan lomba memanjat menara yang sangat tinggi dengan hadiah yang sangat menarik.
Sekumpulan katak-katak kecil saling berlomba-lomba siapa yang tercepat dengan tujuan mencapai puncak tertinggi dari menara yang telah ditentukan.
Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberikan semangat kepada para peserta.
Pekik terompet di kumandangkan, genderang bedug di perdengarkan dan perlombaan pun dimulai.
Dalam hati sejujurnya, tak satupun para penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan berhasil mencapai puncak menara.
Terdengar ada yang berkata : "Oh, jalannya terlalu susaaaaaahhh... !!! Mereka TIDAK AKAN BISA sampai ke puncak".
Yang lainpun berkata : "Tidak ada kesempatan untuk berhasil... Menaranya terlalu tinggi".
Katak-katak kecil mulai berjatuhan, satu-persatu... Kecuali mereka yang tetap bersemanagat menaiki perlahan-lahan semakin tinggi... dan semakin tinggi...
Penonton terus dan makin bersorak : "Terlalu susah... !!! Tak seekorpun yang akan berhasil...!!! Menyerahlah......!!!".
Lebih banyak lagi katak kecil yang terlalu lelah dan menyerah... Tapi ada SATU yang tetap melangkap hingga semakin tinggi dan tinggi meski berulang kali terjatuh...
Dia tak kenal menyerah kalah...!!!
Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali seekor katak kecil yang begitu berusaha keras dan menjadi satu-satunya yang BERHASIL sampai ke PUNCAK...!!!
Semua katak kecil yang lain penasaran dan ingin tahu bagaimana katak ini mampu melakukannya...?
Seekor peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil itu mempunyai kekuatan untuk mencapai tujuannya...?
Ternyata... Katak yang menjadi pemenang itu TULI...!!!

========================================
Hemm... apa hikmah yang dapat diambil dari cerita ini...?
Sesungguhnya jangan sekali-sekali mendengar perkataaan orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis... karena mereka akan mengambil sebagian besar mimpi dan menjauhkannya dari kita.
Selalu ingat kata-kata bertuah yang ada.
Karena segala sesuatu yang kita dengar dan kita baca akan mempengaruhi perilaku kita...!!!
Karena itu... Selalu tetap bersikap POSITIVE..!!!
Dan yang terpenting.
Bersikap TULI jika ada orang yang mengatakan bahwa kita tidak bisa mencapai cita-cita kita, selalu berfikir.. "I Can Do This..!!!"... saya mampu dan saya pasti berhasil.

*Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Senin, 24 Januari 2011

Bila.... ( puisi renungan di kala merindukan rasulullah )


Bila Maulana Muhammad,
Rasulullah yang mulia,
datang mengunjungi kita,
barang sehari atau dua.
Bila tiba-tiba kekasih Tuhan itu datang
tak disangka-sangka,
apakah yang akan kita lakukan?

Akankah kita menyediakan ruangan terbaik,
bagi tamu kita yang terhormat itu,
Maulana Muhammad Rasulullah SAW,
dan kita akan meyakinkannya
bahwa kita begitu berbahagia
dikunjungi olehnya. Melayaninya
adalah suatu kehormatan yang tak terkira.

Lalu apabila hari itu datang,
bila Maulana mengetuk pintu rumah kita
dan mulai menyapa dengan salam,
“Assalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh,”
Apakah kita akan menjawabnya
dengan kata-kata biasa, seperti keseharian kita,
“Hei Rasul, selamat malam! Duduklah! Apa kabar?”

Ini bila, bila Maulana Rasulullah yang agung itu,
pujaan kita, datang ke rumah kita,
apakah kita harus mengganti pakaian
sebelum menyilakannya masuk?
Mengganti penampilan
agar lebih sopan dan pantas,
atau bagaimana?

Lalu bila ia mulai melangkah masuk,
perlukah kita menyembunyikan seluruh
majalah dan koran-koran kuning
sambil mengedepankan Al-Quran
dari posisinya yang paling bawah
dan membersihkannya dari debu-debu
dan berkata, “Wahai Rasul,
ini Al-Quran ya Rasul,
setiap hari aku membacanya!”
Atau bagaimana?

Bila Rasulullah tersenyum ke arah kita,
sementara televisi menyala,
majalah-majalah terbuka, bagaimana?
Apakah kita akan segera
mematikan dan menutupnya?
Haruskah kita menjelaskan kepadanya,
“Ini majalah orang dewasa, wahai Rasul,
dulu tidak ada. Ini infotainment, ya Rasul.
Ini film Holywood!”
Atau bagaimana?

Ya, bila Rasulullah datang ke rumah kita,
mengetuk pintu rumah kita, bagaimana?

Bila ia mulai melangkah masuk ke rumah kita
bila ia tersenyum ke arah kita
bila ia menyapa kita
bila ia menyalami kita, bagaimana?

Bila pipi kita bersentuhan
dengan pipi-pipi sucinya
bila mata kita bertemu
dengan tatapan sucinya
bila telinga kita mendengar salam
dari lisan sucinya,
bagaimana?

Dan bila kita sedang mendengarkan
musik yang begitu indah
dan kita dengar musiknya mengentak,
lalu pinggul kita mulai bergoyang
seperti goyang penyanyinya yang telanjang
apakah kau akan berkata padanya,
“Musik, ya Rasul! This is music ya Rasul.
Rasul mau ikut berjoget? Enak ya Rasul?”
Atau bagaimana?

Rumit. Ya, Terlalu banyak
yang harus kita jelaskan kepadanya.
Tentang semuanya.

Ini bila,
bila Maulana Muhammad Rasulullah
mengunjungi kita, masihkah
kita memakai kata-kata lazim
yang selalu pedas dan kotor itu,
“Anjing! Goblok! Setan!”
Atau bagaimana?

Bila Rasulullah memutuskan
untuk bermalam di rumah kita,
akankah kita mengalami
kesulitan di saat makan?
Misalnya, untuk mengucapkan rasa syukur
dengan berkata, “Alhamdulillâhirabbil’âlamîn,”
Atau bagaimana?

Akankah kita kesulitan saat harus
mengucapkan ketakjuban kita
dengan berkata, “Subhanallah”
akankah kita kesulitan untuk menyesali
kesalahan kita dengan bekata,
“Astagfirullahaladzhim”
Atau bagaimana?

Atau masihkah kita
memakai kata-kata biasa,
Seperti kata-kata yang biasa
kita pakai di keseharian kita,
“Aduh, Anjing, Goblok!”

Lalu yang lebih menarik lagi,
mampukah kita bangun subuh
dari kebiasaan kita bangun siang?
Akankah kita berkata
pada Rasul yang mulia itu,
“Baginda Rasul, bangun pagi
adalah kebiasaan kami, ya Rasul.
Sebelum azan awal pun
kami sudah bangun, ya Rasul!
Kami tak usah dibangunkan mu’azin.
Shalat subuh adalah hobi kami!”
Atau bagaimana?

Dan apabila Rasulullah mengajak kita
berjalan-jalan di kota.
Ke mall, ke restoran,
ke toko-toko, ke seluruhnya.
Ke bioskop, ke bar, ke semuanya.
Ke tempat disko, di kota kita yang indah,
bagaimana?

Apakah kita akan menjelaskan kepadanya,
di toko, “Ya Rasul, ini pakaian dalam!
Ini pakaian luar, ya Rasul!”

Menarik bukan?
Kita harus menjelaskan semuanya!

Kalau kau berpikir suatu saat
Rasulullah datang mengunjungi kita...
Lalu bagaimana bila dua hari itu selesai
dan Maulana Rasulullah harus pulang?
Apakah kita akan berkata,
“Huh bebas! Akhirnya dia pulang juga! Merdeka!”
Atau bagaimana?

Kau, kalian, kita semua harus menjelaskannya!

Atau akankah kita menatap lekat punggungnya
dengan kesedihan luar biasa, bila Rasulullah Saw.
yang kita cintai itu lari,
bila tamu kita yang agung nan surgawi itu
pulang untuk selama-lamanya
dengan punggung yang menjauh,
menjelma sunyi, meninggalkan kita semua.
Bagaimana?

Apakah kita akan membacakan
shalawat untuknya?
Bila “ya”, apakah kita
memang hafal bacaan shalawat?

Bila Rasulullah Saw. pulang
dari rumah kita, dan tak akan pernah
berkunjung lagi, akankah kita selalu rindu,
akankah kita menyesal
telah menyia-nyiakan kunjungannya
sambil bersenandung syahdu,
“Ya Rasul salâm ‘alaika…
Ya Nabi salam alaika...
Ya habîb salâm ‘alaika..
Shalawâtullâh ‘alaika…”
Atau bagaimana?

Bila ia datang, bila kita menjamunya
bila ia pulang, bila ia lari meninggalkan kita
bila ia tak akan berkunjung lagi ke rumah kita
bila kita tak akan menemuinya lagi
bila kita tak akan menatapnya lagi
bagaimana?

Ini bila
bila Rasulullah, Maulana Muhammad
datang ke rumah kita;
kau, kita, harus menjelaskan semuanya!

Digubah dari puisi karya Camelia Bader, penyair Pakistan, berjudul Aku Ingin Tahu.
*Akhirnya saya menemukan puisi ini, pertama kali saya dengarkan ketika saya sedang mengikuti talk show di Al Azhar, sungguh sebuah puisi yang menginspirasi sekaligus mengingatkan pribadi diri.

Mencari makanan yang paling lezat...!!!

Browsing... salah satu aktivitas saya yang bisa membunuh waktu, entah apakah baca berita, lihat-lihat artikel atau memandang gambar yang banyak berkeliaran di halamannya paman Google, secara tidak sengaja sebuah gambar yang saya temukan, membuat saya merasa tersentil dan mampu menggugah kenangan lama yang sering kali saya terlupa.

Kalau diperhatikan gambar diatas, betapa mirisnya melihat seorang anak kecil yang mengais sepotong roti demi memenuhi rasa lapar perutnya yang meronta-ronta memerangi kerasnya kehidupan. Mungkin bagi saya... melihat pemandangan seperti itu saat ini tidaklah mudah, jika bercermin pada kehidupan lingkungan sekitar saya, lingkungan yang penuh dengan kemapanan, meskipun standart mapan bagi saya maupun orang lain juga bisa jadi berbeda.

Untuk sementara, saya tidak ingin membahas soal kemiskinan atau ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat, karena saya sendiri merasa, bukanlah proporsi saya untuk bicara akan hal itu, orang-orang yang duduk sebagai pejabat pemerintahan, tentunya cukup pintar atau setidaknya merasa lebih pintar dari rakyatnya untuk mengatur wilayahnya.

Yang ada di benak saya justru kata-kata ayah saya ketika saya masih muda... hehehe, ternyata mengaku juga kalau sekarang sudah tidak muda, mungkin tepatnya lebih dewasa kali ya... ^^

"Mangan kuwi lawuhe sing enak yo luwe" kira-kira seperti itulah pesan dari ayah saya, untuk orang yang bisa bahasa jawa pasti faham, untuk yang masih bingung artinya kira-kira kalau di terjemahkan menggunakan google translate seperti ini "makan itu paling enak dengan lauk rasa lapar", sebuah pesan yang sederhana tapi kalau dicerna dengan nalar sungguh maknanya jauh luar biasa.

Seringkali kita (termasuk saya sendiri) merasa bosan dengan menu masakan yang kita jumpai sehari-hari, bosan dengan masakan ibu, istri sendiri ( jangan istri orang lain ya...!!! ), menu kantin, atau warteg yang sering jadi langganan setiap saat kecuali sama mbak-mbak yang jualan di warteg sih... hehehe.

Di sadari atau tidak, sebenarnya kunci dari kelezatan makanan yang nantinya bakal dinikmati, terletak pada seberapa besar rasa lapar yang dirasakan, semakin besar rasa lapar itu ada, semakin keras perut ini berdendang, maka semakin lezat pula makanan yang akan kita makan, tentunya selain fisik juga dalam kondisi sehat.

Semakin kuat kita menahan rasa lapar itu tiba, semakin besar rasa sabar yang akan dilatih oleh diri kita, semakin sering kita bersabar semakin lapang hati ini menghadapi segala macam persoalan kehidupan yang mungkin tidak lebih sulit dari sekedar menahan rasa lapar sesaat.

Jadi... sebagai penutup coretan saya untuk selalu introspeksi diri sendiri, sebaiknya mulai saat ini marilah kita berprinsip "makanlah di saat kita benar-benar lapar dan berhentilah sebelum terlalu kenyang", agar makanan menjadi jauh terasa lebih nikmat dan kita tidak merasa jenuh karena terlalu berlebihan.

Sabtu, 13 November 2010

Cerita "Si Kancil Mencuri Timun" merupakan sebuah pembodohan bangsa.

Kesal timunnya masih dicuri oleh binatang dari hutan walaupun telah memasang orang-orangan (patung dari kayu yang diberi baju dan kemeja hingga mirip orang beneran) di sawah untuk menakut-nakuti mereka, Pak Tani berniat melakukan sedikit inovasi. Rupanya si pencuri telah mengetahui bahwa orang-orangan itu hanya patung belaka, sehingga tidak takut lagi. Bahkan si pencuri telah berani mengejek benda itu.

Pak Tani lalu mencoba cara lain. Dengan meminjam teknik menangkap burung dengan pulut (getah pohon nangka yang sangat lengket) -- Pak Tani melumuri orang-orangannya dengan pulut sambil berharap si binatang akan melekat pada orang-orangan itu.

Sungguh beruntung nasib Pak Tani dan sungguh malang nasib si binatang yang akhirnya benar-benar terjebak pada patung itu. Mulanya si binatang, yang ternyata adalah Sang Kancil mengejek orang-orangan dengan kata-kata, diikuti dengan menjulurkan lidah, memasang jari telunjuk di sisi kepala kanan-kiri dan diakhiri dengan menendang orang-orangan dengan kakinya yang kecil. "Gubraaak!" dan kaki Sang Kancil-pun melekat pada getah yang dilumurkan pada kaki orang-orangan. Usaha menyeruduk malahan membuat kepalanya ikut menempel. Kondisinya lebih parah lagi kala Sang Kancil memukul orang-orangan dengan ekornya. Jadilah tubuhnya melekat erat pada orang-orangan sawah.

Pak Tani yang pulang dari mencari kayu bakar di hutan bersiul-siul riang saat melihat si pencuri tak berkutik di sawahnya. "Tralala Trilili, Cihuiiii!" siulnya sambil membayangkan timunnya tidak akan dicuri lagi dan makan malamnya kali ini akan ditemani oleh sate kancil bumbu merica. "Nyam nyam nyam, sate kancil lezaaatt bok! serunya penuh kegembiraan seolah matahari tersenyum khusus untuknya.

Malang sungguh malang sang kancil yang diikat dan dikurung di kurungan ayam sambil menunggu hidupnya berakhir di pembakaran sate. Tapi ulah Si Anjing Gembala Pak Tani yang iri kala Sang Kancil membual bahwa dirinya sedang menunggu penjahit datang untuk mengukur baju untuknya dan Pak Tani sedang mencari makanan lezat di hutan untuk disuguhkan padanya -- telah menyelamatkan Sang Kancil. Si Anjing Gembala yang menginginkan baju dan makanan "bohong-bohongan" tersebut bersedia bertukar tempat dengannya. Dia diikat dan ditempatkan di kurungan ayam, sementara Sang Kancil pergi lenggang kangkung sambil bersiul-siul riang.

Marah benar Pak Tani pada si Anjing yang disebutnya seekor makhluk tolol dan tamak! Makhluk yang mudah ditipu-tipu oleh musuh Pak Tani. Makhluk yang tidak mampu berpikir ldengan jernih dalam menilai sebuah fakta. Seharusnya si Anjing gembala tahu bahwa Pak Tani telah berbulan-bulan memasang jebakan buat Sang Kancil, eee setelah ketangkap kok malah dilepaskan.

Tentu saja Si Anjing Gembala yang merasa dirinya sangat kompeten dalam urusan menggembala kambing tidak terima. Disebutnya Pak Tani sebagai pemimpin yang tidak komunikatif. Pemimpin yang bekerja tidak profesional. Main tuduh sembarangan! Menilai Si Anjing dari bidang yang bukan tanggung-jawabnya!. Mau menang sendiri. Mikir kepentingan diri sendiri. Nggak pernah mau mengembangkan anak buahnya! Hanya ingin mengunduh hasil dari tanah pertanian dan peternakan miliknya tanpa pernah mau berbagi informasi, apalagi melatih anak buahnya. Blah! blah!

"Aku kan tiap hari sibuk menggembala kambing. Mana mungkin aku tahu kalau kancil itu hasil tangkapan. Pak Tani nggak pernah mengkomunikasikan bahwa dia punya proyek menangkap kancil sih! Salah dia sendiri nggak pernah bagi-bagi informasi! Semua dia simpan sendiri seolah semua adalah rahasia!"

Kemudian Si Anjing Gembala juga membela diri saat dituduh bahwa dirinya tamak karena menginginkan baju dan makanan yang diperuntukkan bagi orang lain.

"Aku punya pengalaman buruk tentang ketidakjelasan aturan main yang dibuat Pak Tani. Kemarin Si Kuda di tambatkan di pohon depan rumah, kemudian dia diajak ke kota dan pulang-pulang membawa sepatu baru dan pelana baru. Minggu kemarin Si Sapi ditambatkan di pohon yang sama, dan sorenya dia telah mengenakan lonceng baru. Bulan kemarin Si Kucing dikurung di kurungan ayam, dan sorenya dia telah mengenakan kalung dari emas. Sementara aku selalu dibiarkan ndlongop tanpa pernah diberi penjelasan. Mengapa mereka mendapat hadiah sementara aku dibiarkan saja bekerja keras tanpa pernah diperhatikan! Jangan salahkan aku bila merasa diperlakukan tidak adil!

Pak Tani terdiam mendengar kata-kata Si Kancil. Dia malu banget telah ketahuan dibantah oleh anak buah sendiri di hadapan belasan petani lain. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena semua yang dikatakan Si Anjing Gembala benar belaka. Pak Tani tidak mau merusak reputasinya sebagai calon kuat kepala kampung dengan menghukum Si Anjing Gembala. Bisa-bisa para calon pemilihnya lari ke calon lain karena takut kejadian yang menimpa Si Anjing Gembala akan menimpa mereka.

********************
Sebuah cerita yang seringkali menjadi pengantar tidur anak-anak kecil Indonesia dikala menjelang tidur, terkesan menyenangkan dan menghibur, saya sendiri sangat sering sekali didongengin sama alm kakek tiap malam ketika masih kategori balita, dan biasanya anak kecil kagum dengan kepandaian si kancil termasuk saya, benar-benar sebuah kenangan indah saya bersama kakek, karena hanya itulah obrolan kami yang selalu membuat saya senang berbincang lama-lama dengan kakek dan yang pasti buat saya cepat tidur sih. :)

Seiring dengan berjalannya waktu dan kedewasaan berfikir, saya justru merasa cerita ini seperti merupakan salah satu penyebab kemerosotan generasi bangsa indonesia saat ini, ada banyak hal yang saya rasa hikmah dari cerita ini makin mendidik bangsa indonesia menjadi orang yang tidak benar, hanya mencoba menganalisa makna di balik cerita Kancil Mencuri Timun, sedikit coret-coret tumpah ruah unug-uneg saya akan coba gelontorkan… hehehe.
  1. Si kancil memang sosok yang pandai dan cerdik, tapi ingat dia suka mencuri, yang namanya mencuri juga tetep salah kan.
  2. Si kancil suka berbohong, yaaa… memang sih dia berbohong agar tetap hidup, tapi tetap saja kurang tepat, toh.. dia menerima akibat dari perbuatannya yaitu mencuri.
  3. Si anjing gembala yang iri dengan keadaan hewan lain, sehingga menyebabkan dia bersikap gegabah. Hemm… iri untuk memacu berprestasi sih bagus, tapi iri dengan dengan prasangka buruk, sungguh harus dihindari.
  4. Pak tani, fungsinya sebagai sosok pemimpin dalam cerita ini, keputusannya untuk menghukum si anjing gembala dengan dalih tidak ingin kehilangan muka, adalah suatu hal yang tidak pantas bagi seorang pemimpin, sepantasnya memahami bahwasannya ada bawahannya yang tidak puas selama ini atas kinerjanya.

Kalau dihubungkan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini, saya bisa bilang cerita si kancil ini sudah jadi kenyataan. Sedikit imajinasi yang agak asal-asalan kali ya…., Saya mencoba menjadi seorang pengamat sandiwara kehidupan. Siapakah karakter dalam si Kancil jika di apresiasi dalam kenyataan.
  1. Si Kancil adalah koruptor bangsa ini, sebut saja yang lagi marak adalah bang Gayus.
  2. Si Anjing Gembala adalah oknum polisi/aparatur negara yang dengan mudahnya dibodohin dengan iming-iming kenikmatan dunia. Si gayus aja sudah menjadi tahanan masih bisa jalan-jalan, buat apa ada penjara kalo gini ceritanya.
  3. Pak Tani adalah para pemegang kekuasaaan negeri ini, sikapnya yang tidak tegas, tidak dapat mendengarkan keinginan rakyatnya, ujung-ujungnya seringkali memberikan hukuman yang salah sasaran, maling ayam dipenjara, maling pajak bebas berkelana.

Fiuhh… panjang juga corat-coret saya, sampe cape bacanya, apalagi yang nulis ya… ^^
Sebuah kritik dan analisa yang mungkin masih belepotan, jadi mari tinggalkan cerita Si kancil yang suka mencuri, kita jadikan si kancil untuk suka menolong.

Senin, 18 Oktober 2010

Inspirational Story

Question 1:

Jika kamu mengetahui seorang wanita hamil, yang sudah memiliki 8 orang anak, 3 di antaranya tuli, 2 di antaranya buta, 1 orang keterbelakangan mental dan wanita tersebut terkena sipilis, apakah anda akan merekomendasikan ia untuk melakukan aborsi?

Bacalah pertanyaan selanjutnya dahulu sebelum melihat jawaban untuk pertanyaan ini...

Question 2:

Sekarang waktunya untuk pemilihan pemimpin dunia baru & hanya suara anda yang akan dihitung. Berikut ini adalah fakta dari ketiga kandidat terpilih..

Kandidat A: Bekerja sama dengan politisi yang tidak jujur dan konsultasi dengan astrologis. Ia memiliki 2 istri, Ia juga perkokok dan minum 8 - 10 martini per hari

Kandidat B: Ia dikeluarkan dari kantor 2x, tidur sampai siang, pemakai opium waktu sekolah dan minum seperempat whiskey tiap malam

Kandidat C: Ia adalah pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, minum bir kadang2, dan tidak pernah selingkuh..

Kandidat mana yang akan kamu pilih?? Buat keputusan, jangan mengintip dan lihat bawah untuk jawabnnya...

Candidat A: adalah Franklin D. Roosevelt Candidat B: adalah Winston Churchill Candidat C: Adalah Adolph Hitler

And by the way untuk jawaban question 1, jika jawaban mu IYA, kamu baru saja membunuh Beethoven

Cukup menarik bukan? membuat orang berpikir sebelum menilai orang..

Jangan pernah takut mencoba untuk sesuatu yang baru..

Remember, amatir membuat bahtera nuh, profesiona mmembuat titanic... Tetapi yang mana yang tengelam??

Itu kenapa sesuatu yang kelihatan sempurna belum tentu sempurna, demikian pula sesuatu yang biasa saja bisa menjadi luar biasa..

So... Be WISE & Dont judge Others by the cover..

Yang keliatan baik belum tentu baik.. Yang keliatan buruk belum tentu buruk..

Latar belakang, kekurangan seseorang gak akan bisa menghambat seesorang untuk bisa berhasil dalam hidupnya...yang terpenting selalu mengandalkan Allah dalam setiap perkara hidupnya,Percaya karena Allah dapat melakukan hal yang tidak mungkin di mata manusia..

*unknown source, i got this from mailing list

Kearifan Tukang Kunci

Seorang ahli kunci bermaksud mewariskan ilmu kepada kedua orang muridnya. Setelah mengajari mereka berbagai keahlian membuka beragam jenis kunci, tibalah waktunya ahli kunci menentukan ahli warisnya.

Untuk memustuskan siapa yang akan dipilihnya, maka sang guru menguji kedua muridnya. Ahli kunci itu menyiapkan dua buah kotak terkuci didalam kamar yang terpisah. Masing-masing kotak berisi bungkusan barang berharga.

Murid A dan murid B masuk secara bersamaan ke dalam masing-masing kamar yang telah disiapkan. Tidak lama, si A keluar. Dia telah menyelesaikan tugasnya dengan cepat.
Sang Guru Kunci bertanya, "Begitu cepat kamu berhasil membuka, apa isis kotak itu ?"
Si A menjawab, "Dalam kotak terdapat bungkusan berisi permata. Sinarnya berkilauan indah sekali."

Tidak lama kemudian, Si B menyusul keluar dari kamar, kembali pertanyaan yang sama ditujukan kepada si B. Murid itu hanya menjawab, "Aku tidak membuka kotak itu sama sekali. Aku hanya membuka gembok dan kemudian keluar."
Sang Guru yang puas dengan jawaban si B, akhirnya memilih si B menjadi ahli warisnya.

Keputusan itu tidak diterima oleh si A. Iapun meminta penjelasan akan keputusan gurunya. "Guru, aku membuka gembok lebih cepat dibandingkan si B, kenapa bukan aku yang menjadi ahli waris ?".
Sang Guru menjawab, "Pekerjaan kita adalah tukang kunci. Kita membantu pemilik barang membuka kunci mereka jika saja anak kunci mereka hilang atau rusak. Jika membuka kunci dan tergoda untuk melihat isinya, itu berarti melanggar moral pekerjaan kita sebagai ahli kunci. Karena tanpa moral etika, seorang ahli kunci dengan mudah bisa menjadi pencuri. Apakah engkau bisa mengerti ?".

Sambil mengangguk-angguk kepala, murid A akhirnya menerima keputusan guru dan menghaturkan terima kasih telah mendapat pelajaran moral yang sangat pentingdalam menjalani hidup dan pekerjaannya.

*Jika saja para pemimpin negeri ini mampu bersikap menjaga diri atas etika dalam menjalankan kebijakan, memandang moral adalah tuntunannya, niscaya negeri ini akan menjadi bangsa yang besar, sejahtera dan amanah mengelola kekayaan bumi allah. Sungguh memang negeri para bedebah.